Divided We Fall: ASEAN’s Response to Trump’s Illiberal Trade Agenda 

Divided We Fall: ASEAN’s Response to Trump’s Illiberal Trade Agenda 

Author: Dr Stewart Nixon

Last year was a frantic and unprecedented year for tariff and trade policies, headlined by President Trump’s destabilising ‘reciprocal’ tariff agenda. ASEAN countries are among the leading targets, with four of the ten highest initial ‘Liberation Day’ tariff rates reserved for ASEAN countries.

This paper takes stock of and seeks to learn from ASEAN’s experience managing and responding to Trump tariffs during 2025. It tracks the evolution of reciprocal tariff rates for the now 11 ASEAN member states and provides a brief capture of the evolving economic impacts. The paper then focuses on how ASEAN and its individual members responded to Trump’s tariff threat across three dimensions: negotiating with Washington, engaging with the region and beyond, and domestic economic measures. An analysis of these responses — highlighting what worked and what did not — derives lessons from the experience to inform a four-pronged strategy for navigating the continuing threat of Trump’s uncertain tariff agenda.

Key findings include: 

  • Tariffs on ASEAN’s major exporters have converged and ‘settled’ at around the global average ‘reciprocal’ tariff of 20%.
  • Trade and economic impacts have been minimal so far, supporting economic policy responses centred on monitoring not immediate, untargeted measures.
  • ASEAN’s condemnation of tariffs, ruling out retaliation, calls for dialogue, partnership deepening, and establishment of monitoring mechanisms helped to mitigate worse impacts.
  • But ASEAN’s major exporting countries quickly prioritised negotiations with Washington that undermined ASEAN unity and centrality. The benefits of this strategy are contestable, with the result being lopsided deals that legitimised Trump’s tariffs and undermined international trade rules that support economic development.
  • ASEAN should act to restore and deepen its centrality, emphasise mutually beneficial partnerships for development, honour but adapt where possible its deals with the US, and prepare for further instability.

2025 merupakan tahun yang huru-hara dan luar biasa untuk dasar tarif dan perdagangan, dengan berita utamanya ialah agenda tarif ‘timbal balik’ Presiden Trump yang menggugat kestabilan. Negara anggota ASEAN antara sasaran utama, dengan empat daripada sepuluh kadar tarif awal ‘Hari Pembebasan’ dikenakan kepada negara anggota ASEAN.

Laporan ini menilai dan mengambil iktibar daripada pengalaman ASEAN dalam mengurus dan memberikan tindak balas kepada tarif Trump pada tahun 2025. Ia mengikuti perubahan tarif timbal balik untuk 11 buah negara anggota ASEAN dan memberikan satu gambaran ringkas tentang kesan ekonomi yang semakin berkembang. Laporan ini kemudian memberikan fokus kepada cara ASEAN dan negara anggotanya memberikan tindak balas terhadap ancaman tarif Trump meliputi tiga dimensi: rundingan dengan Washington, mengadakan libat urus di peringkat serantau dan dunia, serta langkah ekonomi dalam negara. Analisis kepada tindak balas ini, yang menggariskan tindakan yang berkesan dan gagal, mengambil iktibar daripada pengalaman ini untuk memberi panduan satu strategi serampang empat mata dalam mengharungi ancaman berterusan agenda tarif tak menentuTrump.

Antara dapatan utama laporan termasuk:

  • Tarif terhadap pengeksport utama ASEAN telah ‘ditetapkan’ sekitar kadar tarif purata dunia sebanyak 20%.
  • Kesan perdagangan dan ekonomi setakat ini adalah minimum, menyokong tindak balas dasar ekonomi yang berpusat pada pemantauan, bukannya langkah segera yang tidak bersasar.
  • ASEAN’s condemnation of tariffs, ruling out retaliation, calls for dialogue, partnership deepening, and establishment of monitoring mechanisms helped to mitigate worse impacts. Tindakan ASEAN yang mengecam tarif, menolak tindakan balas, menyeru agar diadakan dialog, memperdalam perkongsian, dan mewujudkan mekanisme pemantauan membantu mengurangkan kesan lebih teruk.
  • Namun, negara pengeksport utama ASEAN segera memberikan keutamaan kepada rundingan dengan Washington lalu menjejaskan kesatuan dan pemusatan ASEAN. Manfaat strategi ini boleh dipertikaikan, menghasilkan perjanjian tidak seimbang yang mengabsahkan tarif Trump dan melemahkan peraturan perdagangan antarabangsa yang menyokong pembangunan ekonomi.
  • ASEAN perlu bertindak untuk memulih dan memperdalam pemusatannya, menekankan perkongsian yang bermanfaat untuk pembangunan, menghormati perjanjian dengan AS tetapi menyesuaikannya di mana perlu, dan bersedia menghadapi ketidakstabilan selanjutnya.

Share this post

Related Publications

Search